Target 20 Gol Carlton Cole Cuma Sesumbar?

Sesumbar target gol Carlton Cole saat pertama kali diperkenalkan sebagai penyerang anyar Persib Bandung, boleh jadi sempat menumbuhkan rasa optimistis di kalangan bobotoh. Betapa tidak, Cole dengan lantang dan percaya diri mencetuskan target golnya untuk Persib pada Liga 1 2017, yakni minimal 20 gol semusim.

Striker berpaspor Inggris itu juga meminta diberi waktu dua pekan untuk beradaptasi agar siap diturunkan secara penuh pada setiap pertandingan Persib dan mencetak banyak gol.

Sudah hampir 40 hari sejak janji manis diucapkan, tetapi sama sekali tidak ada gelagat jika pemain yang berstatus bekas bintang internasional itu, bakal menjadi figur vital di lini penyerangan Persib. Bahkan, performa Cole cenderung memprihatinkan, apalagi jika dibandingkan dengan sejumlah pemain impor berstatus marquee player milik klub-klub lain.

Hingga laga pekan ke-5 yang sudah dilalui Persib, Cole hanya dimainkan tiga kali, itu pun tak pernah secara penuh. Pada dua laga awal kontra Arema dan PS TNI, dia tampil sebagai pemain pengganti pada pertengahan babak kedua.

Kondisi fisik buruk dan performa jelek, membuat dia kemudian diparkir pada laga kontra Sriwijaya FC dan Persegres Gresik United. Barulah pada laga kelima, menjamu Persipura Jayapura, Cole diberi jatah bermain sejak awal duel sebelum akhirnya ditarik pada awal babak pertama.

Statistik tak bisa berbohong. Peforma eks striker West Ham United itu memang benar-benar memprihatinkan. Tiga kali bermain dengan durasi total 105 menit, Cole tak menunjukkan sisa-sisa jejaknya sebagai seorang predator di lini pertahanan lawan.

Jangankan bikin gol, dia bahkan tak pernah sekalipun melepas ancaman ke arah gawang lawan. Level akurasi operannya hanya 50 persen. Cole juga tak pernah sukses menggiring bola melewati lawan dan tak bergerilya melebar untuk mengirim umpan silang.

Peforma melawan Persipura menunjukkan secara gamblang, jika Cole memang "bermasalah". Pergerakannya lamban, selalu kalah duel lari sehingga membuat sejumlah umpan daerah mubazir, lemah dalam menguasai bola sehingga mudah sekali direbut lawan, dan tak sekalipun membahayakan pertahanan Persipura.

Wajar jika kemudian setelah laga kontra Persipura, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman tampak seperti kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kekecewaanya pada performa Cole. "Awalnya saya tidak akan menurunkan Cole sejak awal. Tapi banyak yang meminta agar dia dimainkan. Akhirnya dicoba supaya semua tahu kenapa dia sebelum-sebelumnya tidak dimainkan," kata Djadjang.

Performa Cole yang memprihatinkan memang mengundang tanda tanya besar. Jika masalahnya adalah adaptasi, sulit untuk diterima. Pasalnya, banyak para pemain bekas bintang internasional (marquee player) klub lain yang nyatanya sudah bisa langsung bermain. Bahkan tidak seperti Cole dan Essien yang cuma kuat main maksimal 45 menit, sejumlah marquee player yang sama-sama lama berkarier di Eropa nyatanya mampu bermain selama 90 menit pada beberapa pertandingan.
Odemwingie

Mantan pemain Liverpool dan Juventus yang memperkuat Mitra Kukar Mohamed Sissoko langsung bermain selama 90 menit pada debutnya. Marquee player Madura United yang pernah 6 tahun berkarier di Liga Inggris, Peter Odemwingie juga sanggup bermain penuh dalam beberapa laga beruntun.

"Ya saya juga heran, sampai kapan beradaptasi. Pemain tim lain kenapa bisa. Odemwingie misalnya. Dia masih lumayan. Meski mobilitasnya menurun, dia punya upaya dengan tembakan-tembakan jarak jauh yang bahkan bisa menjadi pembeda. Dia juga sudah langsung bisa main 90 menit," ujar Djadjang membandingkan.

Komparasi statistik individual performa marquee player Persib dengan marquee player tim lain di Liga 1 ini memang lumayan jomplang, terutama Carlton Cole. Statistiknya dibandingkan sesama alumni Liga Inggris, Peter Odemwingie boleh disebut menyedihkan.

Meski usianya lebih tua, 35 tahun, Odemwingie menunjukkan performa lebih gereget. Dia selalu dimainkan dalam 4 laga dan sudah melakoni 299 menit pertandingan. Mantan penyerang Stoke City itu selalu main sejak awal dalam tiga pertandingan beruntun. Kontribusinya untuk Madura United jelas terasa.

Odemwingie masih sanggup melakukan dribel untuk melewati lawan atau bergerak melebar ke sektor sayap untuk meberikan umpan silang. Dan yang terpenting, sebagai seorang striker, naluri golnya masih kuat.

Dengan akurasi tembakan 55 persen, penyerang asal Nigeria itu sudah mencetak 3 gol. Salah satu golnya berwujud tembakan spektakuler jarak jauh yang menentukan kemenangan Madura United atas Persija Jakarta.
Nasib Cole

Dengan rapor merah dalam tiga penampilannya, nasib Cole kini sudah di ujung tanduk. Laga kontra Persipura mungkin saja merupakan aksi terakhirnya bersama Maung Bandung. Manajemen Persib bakal segera menentukan kelanjutan kerja sama dengan penyerang jangkung itu.

Andaikan pada akhirnya Cole benar-benar dilepas, akan menjadi peringatan juga bagi manajemen Persib. Jangan sampai orientasi dalam perekrutan bekas pemain bintang sekadar mengedepankan popularitas dan kepentingan bisnis, tapi lebih utama lagi adalah mendongkrak performa dan prestasi Maung Bandung.(*)

Sumber: Pikiran-rakyat.com

Komentar